REOG

Reog merupakan kesenian asli bangsa Indonesia.
Itu dapat disimak dari berbagai kepustakaan lama, juga buku-buku ensiklopedi, yang menuturkan asal muasal seni reog.
Ketika tiba-tiba Malaysia mengklaim reog sebagai keseniannya, itu mengundang reaksi dan protes dari para warok (seniman reog) dan bangsa Indonesia. Bahkan juga mengundang kritik pedas dari Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung, Datuk Paduka H Sutan Moehamad Taufik Thaib (SM, 26/11). Raja Minang ini, menilai, Malaysia sebagai negara yang miskin kebudayaan, telah ngawur mengklaim karya bangsa lain.
Kabar negeri jiran itu mengklaim kesenian Indonesia, sebelumnya terjadi pada seni batik dan lagu Rasa Sayange. Kini disusul kesenian reog yang disebutkan sebagai budaya tradisional yang berkembang di daerah Batu Pahat Johor di Negeri Selangor. Malaysia juga mengklaim kesenian tari kuda kepang, musik gamelan dan angklung milik bangsanya.
Untuk mencari pembenar, Malaysia menyebutkan, gamelan diperkenalkan ke Pahang sudah sejak saat pemerintahan Sultan Ahmad Muadzam Sheh. Tari kuda kepang, sebagai tari prajurit yang menggambarkan peperangan di zaman Rasulullah SAW dan sahabat-sahabatnya yang gagah berani memperjuangkan Islam. Kemudian angklung, di Malaysia populer disebut kesenian Congklak.
Betapa reog merupakan kesenian asli bangsa Indonesia, itu dapat disimak dari beberapa referensi kepustakaan, yang menuliskan eksistensi reog telah ada jauh sebelum agama Hindu masuk ke Nusantara. Di Indonesia, ada kesenian Reog Kendhang Kediri, Reog Barongan Blora dan Reog Dadak Merak Ponorogo. Dari ketiga reog ini, yang paling populer adalah Reog Dadak Merak dari Kabupaten Ponorogo Jatim. Karena kesenian ini disenangi masyarakat dari segala strata, mampu berkembang ke seluruh pelosok tanah air, dan juga eksis di beberapa negara manca.
0 comments:
Post a Comment